Mentahnik Bayi | Aqiqah Jogja | 081390512085

Apa itu Mentahnik?


Tahnik mempunyai arti  melumurkan kurma ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir setelah kurma tersebut dilumatkan terlebih dahulu. An-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para pakar bahasa telah menyatakan bahwa tahnik adalah mengunyah kurma atau semacamnya, kemudian menggosokkannya ke langit-langit mulut si bayi yang baru lahir”.[SUMBER]
Tujuan mentahnik bayi yang baru lahir adalah agar si bayi terlatih mengunyah makanan dan menguatkannya untuk makan.
aqiqah jogja, paket aqiqah
Mentahnik Bayi - www.wahidaqiqah.com

Apa Dalil dari Mentahnik Bayi?



Ibunda orang-orang mukmin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan
,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

“Dahulu, bayi-bayi biasa dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoaakan keberkahan untuk mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim no. 2147)


Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan;



وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“Ketika anakku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
Beliau memberi nama bayiku, Ibrahim dan mentahnik dengan kurma lalu mendoakannya dengan keberkahan. Kemudian beliau mengembalikan kepadaku.
 (HR. Bukhari 5467 dan Muslim 2145).


Bacaan Dalam Mentahnik Bayi

Sementara Tidak ada teks doa khusus yang isinya permohonan berkah bagi sang bayi.

Dalam Fatawa Syabakah Islam dinyatakan;
Tidak terdapat dalil – sepengetahuan kami – yang menunjukkan dianjurkannya membaca ayat Al-Quran atau doa tertentu ketika seorang bayi dilahirkan. 
Baik doa dari ibunya, bapaknya, atau doa dari orang lain. [Fatawa Syabakah Islam, di bawah bimbingan Dr. Abdullah Al-Faqih, no. 13605].

Karena itu, kita bisa berdoa dengan bahasa apapun yang kita pahami. Misalnya dengan membaca, Barakallahu fiik (semoga Allah memberkahi kamu) atau semacamnya dengan itu.

atau bisa juga memohon perlindungan dari godaan setan, dengan doa seperti yang pernah dipraktekkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika mendoakan cucunya, Hasan dan Husain.

Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya,
Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk. (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani).



Tips Mentahnik Bayi

Sunnah ini dilaksanakan pada saat bayi baru lahir. Tidak menunggu beberapa hari sesudahnya. Sehingga makanan tahnik inilah yang pertama kali masuk ke dalam lambungnya.

Al-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rahimahullah berkata, “Tahnik dilaksanakan saat kelahiran sehingga apa yang ia makan adalah makanan yang ditahnikkan untuknya.” (Fatawa Nuur ‘ala al-Darb: 2/14)

Bahan untuk mentahnik, paling utama, adalah kurma. Sebagaimana hadits ‘Aisyah yang mengatakan, “kami membawa Abdullah bin al-Zubair kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk beliau mentahniknya. Beliau meminta sebutir kurma kepada kami. Kami merasa dimuliakan dengan permintaan itu.” (HR. Muslim)

Kalau tidak ada kurma, bisa diganti dengan sesuatu yang manis seperti madu atau selainnya.

وأولاه التمر فإن لم يتيسر تمر فرطب وإلا فشيء حلو وعسل النحل أولى من غير

Dan yang lebih utama (ketika) mentahnik ialah dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr) maka dengan kurma basah (ruthab) . Dan kalau tidak ada kurma dengan sesuatu yang manis dan tentunya madu lebih utama dari yang lainnya (kecuali kurma).” (Fathul Baari: 9/558)

Apa hikmah mentahnik dengan kurma?


Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin Rahimahullah menjelaskan, “bahwasanya kurma mengandung kebaikan dan keberkahan. Kandunganya sangat bermanfaat untuk lambung. Apabila kurma menjadi makanan yang pertama kali masi ke lambung bayi, maka itu sangat baik untuk lambungnya.” Syarh Riyadhush Shalihin, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, bab Sabar: 1/269)
Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafidzahullah menjelaskan tentang hikmah mentahnik dengan yang manis,

وأما الحكمة من التحنيك بالتمر، فقد كان العلماء قديما يرون أن هذه السنة فعلها النبي صلى الله عليه وسلم ليكون أول شيء يدخل جوف الطفل شيء حلو ، ولذا استحبوا أن يحنك بحلو إن لم يوجد التمر

“Adapun hikmah dari tahnik menggunakan kurma maka para ulama terdahulu berpendapat bahwa ini adalah sunnah yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam agar yang paling pertama masuk ke perut bayi adalah sesuatu yang manis. Oleh karena itu, dianjurkan mentahnik dengan sesuatu yang manis jika tidak mendapatkan kurma.” (Dinukil dari Fatwa Al Islam Su’al wal Jawab no. 102906)