Syarat Hewan Qurban | qurban jogja | 081390512085

SYARAT-SYARAT HEWAN QURBAN


Ayah bunda tercinta, Dalam syariatnya,  Ada tiga syarat utama hewan qurban agar hewan yang diqurbankan sah sebagai hewan kurban secara Syariat
 Berikut adalah syarat-syarat hewan qurban, yaitu pertama: berupa Bahimatul An’am, kedua; memenuhi usia minimal yang ditetapkan Syariat, dan ketiga; yaitu bebas dari aib/cacat

qurban jogja
Syarat Hewan Qurban - www.wahidaqiqah.com

1. BAHIMATUL AN'AM

Definisi bahimatul An’am adalah hewan ternak yang berupa unta, sapi dan kambing yang mencakup kambing biasa (dengan bulu lurus dan kasar) dan domba (dengan bulu wol)

Hewan qurban hanya boleh dari kalangan Bahiimatul Al An’aam (hewan ternak tertentu) yaitu onta, sapi atau kambing dan tidak boleh selain itu. 

Bahkan sekelompok ulama menukilkan adanya ijma’ (kesepakatan) bahwasanya qurban tidak sah kecuali dengan hewan-hewan tersebut (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/369 dan Al Wajiz 406) 

Dalilnya adalah firman Allah yang artinya, “Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan berqurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahiimatul an’aam).” (QS. Al Hajj: 34) 

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan, “Bahkan jika seandainya ada orang yang berqurban dengan jenis hewan lain yang lebih mahal dari pada jenis ternak tersebut maka qurbannya tidak sah. Andaikan dia lebih memilih untuk berqurban seekor kuda seharga 10.000 real sedangkan seekor kambing harganya hanya 300 real maka qurbannya (dengan kuda) itu tidak sah…” (Syarhul Mumti’, III/409). [SUMBER]
As-Syaukani berkata;
فتح القدير الجامع بين فني الرواية والدراية من علم التفسير (3/ 642)
بهيمة الأنعام وهي الإبل والبقر والغنم
Bahimatul An’am adalah unta, sapi dan kambing (Fathu Al-Qodir, vol.3 hlm 642)

2. USIA MINIMAL HEWAN QURBAN

Syarat yang kedua adalah; hewan qurban haruslah memenuhi usia minimal tertentu yang ditetapkan oleh syariat
Yang menjadi ukuran adalah usia, bukan masalah  gemuk/ tidak atau ukuran-ukuran yang lainnya. 
Jika hewan kurban tidak memenuhi usia minimal yang ditetapkan oleh syariat, maka qurban yang dia persembahkan hukumnya tidak sah
Dalil yang menunjukkan ketidakabsahan berkurban jika hewannya tidak memenuhi syarat usia minimal adalah hadis berikut ini;
صحيح البخاري (17/ 263)
عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا فَلَا يَذْبَحْ حَتَّى يَنْصَرِفَ فَقَامَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَعَلْتُ فَقَالَ هُوَ شَيْءٌ عَجَّلْتَهُ قَالَ فَإِنَّ عِنْدِي جَذَعَةً هِيَ خَيْرٌ مِنْ مُسِنَّتَيْنِ آذْبَحُهَا قَالَ نَعَمْ ثُمَّ لَا تَجْزِي عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ
dari Al Bara` dia berkata; 
“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat, setelah itu beliau bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat seperti shalat kami, dan menghadap kiblat kami, hendaknya tidak menyembelih binatang kurban sehingga selesai mengerjakan shalat.” 
Lalu Abu Burdah bin Niyar berdiri dan berkata; “Wahai Rasulullah, padahal aku telah melakukannya.” 
Beliau bersabda: “Itu adalah ibadah yang kamu kerjakan dengan tergesa-gesa.” 
Abu Burdah berkata; “Sesungguhnya aku masih memiki Jadza’ah dan dia lebih baik daripada dua Musinnah, apakah aku juga harus menyembelihnya untuk berkurban? Beliau bersabda: “Ya, namun hal itu tidak sah untuk orang lain setelahmu.” (H.R.Bukhari)
qurban jogja
Syarat Hewan Qurban - www.wahidaqiqah.com

Adapun perincian usia minimal hewan qurban, maka penjelasannya adalah sebagai berikut:
No.
Hewan
Umur minimal
1.
Onta
5 tahun
2.
Sapi
2 tahun
3.
Kambing jawa
1 tahun
4.
Domba/ kambing gembel
6 bulan
(domba Jadza’ah)
Dalil yang menunjukkan ketentuan usia ini adalah hadis berikut ini;
صحيح مسلم (10/ 142)
عَنْ جَابِرٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ
dari Jabir dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu sembelih hewan untuk berkurban, melainkan Musinnah.  Kecuali jika itu sulit kamu peroleh, sembelihlah Jadza’ah domba.” (H.R. Muslim)
Dalam hadis di atas, 
Rasulullah SAW memerintahkan agar tidak menyembelih hewan kurban kecuali hewan kurbannya berupa Musinnah. Istilah Musinnah sama dengan istilah Tsaniyyah, yakni hewan dengan usia tertentu yang mencakup unta, sapi dan kambing. An-Nawawy berkata;
شرح النووي على مسلم (13/ 117)
قال العلماء المسنة هي الثنية من كل شئ من الابل والبقر والغنم فمافوقها
Para ulama berkata;  Musinnah adalah Tsaniyyah dari segala sesuatu yakni dari unta, sapi dan kambing atau lebih (Syarah An-Nawawi ‘Ala Muslim, vol 13 hlm 117)
Lebih rinci lagi, Tsaniyyah pada unta adalah semua unta yang usianya telah genap 5 (lima) tahun, Tsaniyyah pada sapi adalah semua sapi yang usianya telah genap 2 (dua) tahun, dan Tsaniyyah pada kambing adalah semua kambing yang usianya telah genap 1 (satu) tahun Hijriyyah. 
Dalam Mu’jam Lughoti Al-Fuqoha’ dinyatakan;
معجم لغة الفقهاء (1/ 188)
الثني : كل ما سقطت ثنيته من الحيوان ، ج ثناء وثنيان ، وهي ثنية ج ثنيات .
O من الإبل : ما أتم خمسة أعوام ، ومن البقر ما أتم حولين ، ومن الغنم ما أتم حولا
Five year old camel , two year old cow , one year old sheep
Tsaniyy adalah setiap hewan yang tanggal gigi serinya. Jamaknya Tsina’ dan Tsunyan. Bentuk lainya Tsaniyyah yang dijamakkan menjadi Tsaniyyat. Tsaniyy dari unta adalah unta yang genap berusia lima tahun, dari sapi yang genap dua tahun dan dari kambing yang genap satu tahun (Mu’jam Lughoti Al-Fuqoha’, vol 1/hlm 188)
Jadi secara bahasa, Jadza’ah adalah kriteria usia yang bisa diterapkan pada kambing, sapi dan unta. Namun Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mensyaratkan kebolehan menjadikan Jadza’ah sebagai hewan kurban hanya untuk domba (الضَّأْنِ). Hal ini bermakna, yang sah menjadi hewan kurban untuk usia 6 bulan hanyalah domba (sheep). Kambing biasa (goat), tidak sah menjadi hewan kurban jika usianya baru 6 bulan. Kambing hanya sah menjadi hewan kurban jika dia telah berstatus sebagai Tsaniyyah, yakni telah genap 1 tahun Hijriyyah.
Ibrohim Al-Harby menjelaskan bahwa domba berusia 6 bulan disamakan dengan kambing berusia 1 tahun dalam hal keabsahan berkurban karena domba di usia tersebut sudah bisa menjadi pejantan sebagaimana kambing yang berusia 1 tahun.


3. BEBAS AIB/CACAT

Syarat yang ketiga: hewan qurban harus bebas dari aib/cacat. 
Yang dimaksud dengan aib di sini adalah aib yang dinyatakan oleh Nash. Ada 4 (empat) aib utama yang dijelaskan dalam Nash yaitu ‘Aroj Bayyin (kepincangan yang jelas), ‘Awar Bayyin (buta sebelah yang jelas), Marodh Bayyin (sakit yang jelas), dan Huzal (kekurusan yang membuat sungsum hilang). 
Jika hewan Qurban terkena salah satu atau lebih dari empat macam aib ini, maka hewan tersebut tidak sah dijadikan sebagai hewan Qurban. Dalil yang menunjukkan adalah hadis berikut ini;
موطأ مالك – مكنز (3/ 381، بترقيم الشاملة آليا)
عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سُئِلَ مَاذَا يُتَّقَى مِنَ الضَّحَايَا فَأَشَارَ بِيَدِهِ وَقَالَ « أَرْبَعًا ». وَكَانَ الْبَرَاءُ يُشِيرُ بِيَدِهِ وَيَقُولُ يَدِى أَقْصَرُ مِنْ يَدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُالْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَجْفَاءُ الَّتِى لاَ تُنْقِى ».
dari Al-Bara’ bin ‘Azib berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, ‘Apa yang harus dijauhi untuk hewan qurban? ‘
 Beliau memberikan isyarat dengan tangannya lantas bersabda: “Ada empat.”
 Barra’ lalu memberikan isyarat juga dengan tangannya dan berkata; “Tanganku lebih pendek daripada tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: (empat perkara tersebut adalah) hewan yang jelas-jelas pincang kakinya, hewan yang jelas buta sebelah, hewan yang sakit dan hewan yang kurus tak bersumsum.” (H.R.Malik)

Hewan Qurban Yang Dikebiri

Adapun jika hewannya dikebiri, maka hal ini bukan aib yang membuatnya tidak sah diqurbankan. Jadi, boleh menjadikan hewan yang dikebiri sebagai hewan qurban. Dalil yang menunjukkan adalah Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah berqurban dengan hewan yang dikebiri sebagaimana dinyatakan dalam riwayat Ibnu Majah;
سنن ابن ماجه (9/ 274)
عَنْ عَائِشَةَ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ اشْتَرَى كَبْشَيْنِ عَظِيمَيْنِ سَمِينَيْنِ أَقْرَنَيْنِ أَمْلَحَيْنِ مَوْجُوءَيْنِ فَذَبَحَ أَحَدَهُمَا عَنْ أُمَّتِهِ لِمَنْ شَهِدَ لِلَّهِ بِالتَّوْحِيدِ وَشَهِدَ لَهُ بِالْبَلَاغِ وَذَبَحَ الْآخَرَ عَنْ مُحَمَّدٍ وَعَنْ آلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

dari Aisyah dan dari Abu Hurairah, bahwa apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hendak melaksanakan qurban, maka beliau membeli dua ekor domba yang besar, gemuk, bertanduk, berwarna putih (yang bercampur sedikit hitam) yang diremukkan pelirnya. 
Kemudian beliau menyembelih salah satunya untuk umatnya yang telah bersaksi akan keesaan Allah dan bersaksi atas risalah beliau, lalu menyembelih yang satunya untuk Muhammad dan keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (H.R. Ibnu Majah)
Lafadz Mauju’ dalam hadis di atas bermakna hewannya diremukkan buah pelirnya. Karena itu hewan yang dikebiri semakna dengan Mauju’ dalam hadis ini.
Hewan yang tidak bertanduk secara genetik, tidak berekor secara genetik, dan bertelinga kecil juga sah dijadikan hewan kurban, karena hal itu tidak termasuk aib yang dinyatakan oleh Nash. 
Demikian pula yang dilubangi telinganya, terbelah telinganya, atau telinga hilang tapi tidak sampai separuh. Semuanya saha menjadi hewan kurban karena tidak termasuk aib yang dijelaskan oleh Nash.
Hewan yang beraib bukan karena perbuatan manusia setelah ditetapkan sebagai hewan qurban sah dijadikan sebagai hewan qurban. Namun jika aibnya karena perbuatan manusia, maka tidak sah dan harus diganti dengan yang baru.


Hewan Qurban Harus Jantan?

Adapun syarat jantan, maka tidak ada Nash yang menunjukkan bahwa hewan qurban harus berkelamin jantan. Ayat dalam Al-Quran malah menunjukkan bahwa hewan qurban bisa berjenis kelamin betina sebagaimana jantan. Allah berfirman;
{ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ} [الأنعام: 143]
 (yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing.
(Al-An’am; 143)
{وَمِنَ الْإِبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ} [الأنعام: 144]
dan sepasang dari unta dan sepasang dari sapi. (Al-An’am; 144)
Yang dimaksud sepasang dalam ayat di atas adalah jenis jantan dan jenis betina. 
Penyebutan empat macam hewan qurban dalam ayat di atas yang mencakup jenis jantan dan betina menunjukkan betina sah menjadi hewan qurban sebagaiman jantan juga sah menjadi hewan qurban. 

Al Mawardi berkata;
الحاوى الكبير ـ الماوردى – دار الفكر (15/ 170)
Dengan demikian, syarat-syarat hewan kurban adalah tiga; berupa Bahimatul An’am,memenuhi usia minimal yang ditetapkan Syariat, dan bebas dari aib/cacat
qurban jogja
Syarat Hewan Qurban - www.wahidaqiqah.com

Tentu saja syarat ini harus terpenuhi setelah kepemilikan sempurna atas hewan kurban tersebut dengan akad yang syar’i, bukan kepemilikan yang tidak sah seperti hasil mencuri, Ghashab, menipu, atau masih terkait dengan hak orang seperti hewan yang masih tergadai.
 Yang paling utama dikurbankan adalah unta, disusul sapi, lalu kambing, dan terakhir domba. Disunnahkan hewan qurban yang gemuk, bertanduk, dan dalam kondisi paling baik. Wallahua’lam.

InsyaAllah, kami dari tim wahid qurban jogja menyediakan qurban terbaik untuk ayah bunda. jaminan kesehatan, hewan yang gemuk, serta harga yang terjangkau, InsyaAllah  menjadikan kami layak untuk ayah bunda

untuk konsultasi dan pemesanan, ayah bunda bisa kontak kami baik via Telphone/SMS/WhatsApp di pesawat 081390512085
Barakallahfiikum


Baca Juga Artikel Kami yang Lain: