Daging Aqiqah; Mentah atau dimasak? | aqiqah jogja | 081390512085

Daging Aqiqah; Mentah Atau Dimasak?


            Ayah bunda, Dalam implementasinya ibadah aqiqah adalah hampir sama dengan ibadah qurban, dimana banyak ulama yang menganjurkan untuk melihat Dasar dan Hukum tatacara pelaksanaan aqiqah dan syarat hewan aqiqah kepada tatacara dan syarat dari hewan qurban.

Tapi dalam pelaksanaan pembagian hasil dagingnya, apakah sama antara ibadah aqiqah dan ibadah qurban, yaitu daging aqiqah; mentah atau dimasak dalam pembagiannya?


Aqiqah jogja
Pembagian daging aqiqah - www.wahidaqiqah.com



DAGING AQIQAH DIANJURKAN UNTUK DIMASAK

             Ada beberapa ulama yang membolehkan pembagian daging aqiqah ini secara mentah. hal ini ada yang didasarkan karena menyamakan hukumnya dengan qurban,


Ibnu Qudamah menjelaskan,
وسبيلها في الأكل والهدية والصدقة سبيلها ـ يعني سبيل العقيقة كسبيل الأضحية .. وبهذا قال الشافعي
Tata cara aqiqah seperti cara mengkonsumsinya, menghadiahkannya atau mensedekahkanya sama sebagaimana tata cara udhiyah (berqurban)… dan ini yang dinyatakan as-Syafi’i. (al-Mughni, 9/366).

Ibnu Baz juga menjelaskan,
وصاحبها مخير إن شاء وزعها لحماً بين الأقارب والأصحاب والفقراء ، وإن شاء طبخها ودعا إليها من شاء من الأقارب والجيران والفقراء
Dan sohibul aqiqah boleh memilih, boleh membaginya dalam bentuk daging (mentah) kepada para kerabat, kawan atau orang miskin. Bisa juga dia masak, kemudian mengundang kerabat, tetangga, atau orang miskin yang dia inginkan. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 4/262). [SUMBER]
Tetapi, kebanyakan ulama menganjurkan agar pembagian daging aqiqah ini dimasak terlebih dahulu


Dalam kitab Atahzib, Imam Albaghawi mengatakan bahwa sebaiknya daging hewan akikah dibagikan dalam keadaan sudah masak.
ويستحب الا يتصدق بلحمها نيئا بل يطبخه ويبعث الى الفقراء بالصحاف
“Dianjurkan untuk tidak membagikan daging hewan akikah dalam keadaan mentah, akan tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian diantarkan kepada orang fakir dengan nampan.”
Imam Ibnul Qayyim Aujaziyah dalam kitab Tuhfatul Maudud menyebutkan salah satu alasan mengapa sebaiknya daging hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan sudah masak. Menurut beliau, agar orang lain yang menerima daging hewan aqiqah bisa langsung makan dan tidak repot lagi mengeluarkan biaya untuk memasak daging hewan aqiqah tersebut. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut. Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab orang yang diberi daging yang sudah masak, siap makan, dan enak rasanya, tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lagi untuk memasaknya….Dan pada umumnya, makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain.”

اذا طبخها فقد كفى المساكين والجيران مؤنة الطبخ وهو زيادة في الاحسان وفي شكر هذه النعمة
“Jika dia sudah memasak daging hewan aqiqah tersebut, maka orang miskin dan tetangga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk masak. Hal tersebut menambah dalam kebaikan dan dalam mensyukuri nikmat ini.” [SUMBER]
aqiqah jogja
Pembagian Daging Aqiqah - www.wahidaqiqah.com


BOLEHKAH KELUARGA IKUT MEMAKAN MASAKAN AQIQAH?


Terdapat keterangan dalam Fatawa al-Lajnah al-Daimah (11/443) tentang masalah aqiqah ini,

لمن إليه العقيقة أن يوزعها لحماً نيئاً أو مطبوخاً على الفقراء والجيران والأقارب والأصدقاء ، ويأكل هو وأهله منها ، وله أن يدعو الناس الفقراء والأغنياء ويُطعمهم
إياها في بيته ونحوه ، والأمر في ذلك واسع

“Bagi orang yang melaksanakan aqiqah, hendaknya ia membagikannya dalam bentuk daging mentah atau sudah dimasak kepada para fuqara’, tetangga, kerabat dekat dan teman-temannya.
Dan hendaknya ia dan keluarganya ikut memakan darinya. Ia juga boleh mengundang orang miskin dan orang kaya untuk menyantap hidangan aqiqah di rumahnya atau semisalnya. Masalah ini sangat lapang.”


hal ini juga seperti pendapat dari Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.48-49, berkata : “Karena tidak ada dalil dari Rasulullah tentang cara penggunaan atau pembagian dagingnya maka kita kembali ke hukum asal, yaitu seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakannya, memberi makan dengannya, bersedekah dengannya kepada orang fakir miskin atau menghadiahkannya kepada teman-teman atau karib kerabat. Akan tetapi lebih utama kalau diamalkan semuanya, karena dengan demikian akan membuat senang teman-temannya yang ikut menikmati daging tersebut, berbuat baik kepada fakir miskin, dan akan memuat saling cinta antar sesama teman. Kita memohon taufiq dan kebenaran kepada Allah Ta’ala”. [lihat pula “Al-Muwaththa” (2/502) oleh Imam Malik].[SUMBER]


       Ayah bunda tercinta, pembagian daging aqiqah ada 2 pendapat ulama yang berbeda, tapi tentunya jika kita diberikan kelonggaran, membagi daging aqiqah yang sudah dimasak, serta mencicipinya selain dibagikan, baik itu kepada sanak saudara, kerabat, tetangga ataupun yang membutuhkan sangat ditekankan

InsyaAllah, kami selaku penyedia jasa aqiqah jogja yang profesional, akan memberikan pelayanan yang maksimal. baik dari sisi syariat yang utama, serta citarasa yang enak, kesehatan, juga dari estetika masakan. ayah bunda bisa melihat Testimoni dari beberapa pelanggan kami

Tentunya, testimoni kepuasan dari ayah bunda yang selanjutnya kami harapkan. 

ayah bunda bisa konsultasi di line telpon 081390512085, tidak hanya via telphone, ayah bunda bisa SMS atau whatsapp di line tersebut. semoga Artikelnya bermanfaat ya bunda. barakallahfiikum


Aqiqah jogja
Pembagian daging aqiqah - www.wahidaqiqah.com


Baca Juga Artikel Kami yang Lain:

1