Keutamaan Menyantuni Anak Yatim | aqiqah yogyakarta | aqiqah klaten | aqiqah magelang | 081390512085


Ayah bunda tercinta, ada hadist yang menunjukkan betapa besarnya keutamaan dan pahala yang menanti bagi orang yang menyantuni anak yatim

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً
Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.
(HR. Bukhari )

Makna yang sangat dalam dalam hadist ini adalah sesiapa yang menyantuni anak yatim didunia akan menempati kedudukan yang tinggi di syurga, yaitu dekat dengan kedudukan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
Sedangkan artin "menanggung anak yatim" adalah dengan mengurusi dan memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, seperti halnya makan dan minum, pakaian, mengasuh, serta mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar

Ada beberapa hal utama sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang kadang simoang siur dalam kasus "anak angkat", diantaranya:
1. Larangan untuk menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya, hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آَبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ}
Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab: 5).
2. Anak angkat/anak asuh tidak berhak untuk mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya, hal ini berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti halnya anak kandung yang juga berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia.
3. Anak angkat/anak asuh bagaimanapun bukanlah mahram, sehingga tetap wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak asuh tersebut, sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.


Semoga semakin menambah khazanah keilmuwan dan menambah semangat untuk kita selalu dekat dengan anak yatim ya ayah bunda, barakallahfiikum