Hikmah Aqiqah | Aqiqah jogja | 081390512085

Hikmah dan Manfaat Aqiqah




|Ayah bunda,  ternyata banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari aqiqah yang kita laksanakan, tentunya selain bukti cinta kita kepada Allah dan RasulNya

Apa saja Hikmah Aqiqah yang bisa kita dapatkan, berikut uraiannya;


1.        Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam hal meneladani Nabiyyullah Ibrahim AS tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS


       Sebagai umat beragama, salah satu tujuan kita adalah diberikannya karunia dari Allah sebagai salah satu pewaris syurga. dan kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW telah dijanjikan untuk masuk syurga, kecuali yang enggan karena tidak mau melaksanakan sunnahnya

      semoga, dengan kita melaksanaan aqiqah ini, kita termasuk menjadi bagian umat yang beruntung, mendapatkan syafaat dari Rasulullah dan menjadi umat yang dijanjkan syurga, aamiin




. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ummatku akan masuk Surga, kecuali yang enggan.” Mereka (para Shahabat) bertanya: “Siapa yang enggan itu?” Jawab beliau: “Barangsiapa yang mentaatiku pasti masuk Surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.”

2.       Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan daripada kotoran dan juga syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, 


     Dari Sulaiman ibn Amir Adh Dhaby radluyallahu Anhu berkata: Rasulullah saw bersabda: “anak yang baru lahir hendaknya diaqiqahi, alirkanlah darah (sembelihlah kambing) dan hilangkanlah kotoran serta penyakit yang menyertai anak tersebut (cukurlah rambutnya).”
     (H.R. Bukhori dalam shahihnya secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad) dan Thahawi menilai hadits itu sebagai hadits maushul. Hadits itu juga diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi)



      dari hadist diatas menunjukkan manfaat dan tujuan dari aqiqah, selain melindungi nya secara fisik, yaitu menghilangkan kotoran dan penyakit yang menempel dengan mencukur rambut bayi yang di aqiqahi, dimana hal ini adalah salah satu Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah,  aqiqah juga berfungsi untuk melindungi  dari gangguan syaithan yang ada
       
       dan ini sesuai dengan makna dari hadits, yang artinya: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.” . 

       Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah akan lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. 
      
       Hal ini yang dimaksud oleh Al Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah  “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya”.


aqiqah jogja
Hikmah Aqiqah - www.wahidaqiqah.com

3.       Aqiqah juga merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak di hari perhitungan.


ada beberapa ulama yang berbeda pendapat mengenai hal ini (mendapatkan syafaat) dikarenakan telah mengaqiqahkan anak kita, pendapat tersebut antara lain:


A. syafaat yang diberikan anak kepada orang tua tergadaikan dengan aqiqahnya. 

     Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum baligh dan belum diaqiqahi maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat.
Pendapat ini diriwayatkan dari Atha al-Khurasani – ulama tabi’in – dan Imam Ahmad. Al-Khithabi menyebutkan keterangan Imam Ahmad.
قال أحمد : هذا في الشفاعة يريد أنه إن لم يعق عنه فمات طفلاً لم يُشفع في والديه
Menurut Imam Ahmad, hadis ini berbicara mengenai syafaat. Yang beliau maksudkan, bahwa ketika anak tidak diaqiqahi, kemudian dia meninggal masih bayi, tidak bisa memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya. (Ma’alim as-Sunan, 4/285)
Semetara keterangan dari Atha’ al-Khurasani diriwayatkan al-Baihaqi dari jalur Yahya bin Hamzah, bahwa beliau pernah bertanya kepada Atha’, tentang makna ‘Anak tergadaikan dengan aqiqahnya.’ Jawab Atha’,
يحرم شفاعة ولده
“Dia (ortu) tidak bisa mendapatkan syafaat anaknya.” (Sunan al-Kubro, al-Baihaqi, 9/299). SUMBER
B. Orang yang tergadai adalah orang yang tertahan, kemungkinan disebabkan oleh perbuatannya sendiri atau perbuatan orang lain

Adapun orang yang tidak memohonkan syafa’at untuk orang lain tidak disebut ‘tergadai’ sama sekali. Bahkan orang yang tergadai adalah orang yang tertahan dari urusan yang akan dia raih, namun hal itu tidak harus terjadi dengan sebab darinya, bahkan hal itu terjadi terkadang disebabkan oleh perbuatannya sendiri atau perbuatan orang lain. 
Dan Allah Azza wa Jalla telah menjadikan aqiqah terhadap anak sebagai sebab pembebasan gadainya dari setan yang telah berusaha mengganggunya semenjak kelahirannya ke dunia dengan mencubit pinggangnya. 
Maka aqiqah menjadi tebusan dan pembebas si anak dari tahanan setan terhadapnya, dari pemenjaraan setan di dalam tawanannya, dari halangan setan terhadapnya untuk meraih kebaikan-kebaikan akhiratnya yang merupakan tempat kembalinya. 
Maka seolah-olah si anak ditahan karena setan menyembelihnya (memenjarakannya) dengan pisau (senjata) yang telah disiapkan setan untuk para pengikutnya dan para walinya.
Setan telah bersumpah kepada Rabbnya bahwa dia akan menghancurkan keturunan Adam kecuali sedikit di antara mereka. Maka setan selalu berada di tempat pengintaian terhadap si anak yang dilahirkan itu semenjak keluar di dunia. Sewaktu si anak lahir, musuhnya (setan) bersegera mendatanginya dan menggabungkannya kepadanya, berusaha menjadikannya dalam genggamannya dan pemahamannya serta dijadikan rombongan pengikut dan tentaranya.
Setan sangat bersemangat melakukan ini. Dan mayoritas anak-anak yang dilahirkan termasuk dari bagian dan tentara setan. Sehingga si anak berada dalam gadai ini. Maka Allah Azza wa Jalla mensyariatkan bagi kedua orang tuanya untuk melepaskan gadainya dengan sembelihan yang menjadi tebusannya. Jika orang tua belum menyembelih untuknya, si anak masih tergadai dengannya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
اَلْغُلاَمُ مُرْنَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ، فَأَرِيْقُوْا عَنْهُ الدَّمَ وَأَمِيطُواعَنْهُ الأَذَى
Seorang bayi tergadai dengan aqiqahnya, maka alirkan darah (sembelihan aqiqah) untuknya dan singkirkan kotoran (cukurlah rambutnya) darinya.
Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mengalirkan darah (menyembelih aqiqah) untuknya (si anak) yang membebaskannya dari gadai, 
jika gadai itu berkaitan dengan kedua orang tua, niscaya beliau bersabda :’Maka alirkan darah untuk kamu agar syafa’at anak-anak kamu sampai kepada kamu’. 
Ketika kita diperintahkan dengan menghilangkan kotoran yang nampak darinya (si anak dengan mencukur rambutnya) dan dengan mengalirkan darah yang meghilangkan kotoran batin dengan tergadainya si anak, maka diketahui bahwa itu untuk membebaskan anak dari kotoran batin dan lahir. [SUMBER]
Allah Azza wa Jalla lebih mengetahui maksud-Nya dan maksud Rasul-Nya’.

4.      Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) dan cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang telah dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.




Ibnul Qayyim:

الشكر ظهور أثر نعمة الله على لسان عبده: ثناء واعترافا، وعلى قلبه شهودا ومحبة، وعلى جوارحه انقيادا وطاعة

“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).

Anak adalah Asset. dimana menjadi tambang emas bagi kita seorang muslim, baik semasa kita hidup di dunia maupun nanti di akhirat. 
       Jika kita mendidik mereka dengan baik, dan mereka menjadi anak yang shalih/ah, yang hal ini pernah kita bahas dalam bab Parenting Nabawiyyah, tentunya mereka akan memuliakan kita di dunia, karena ketaatan mereka akan agamanya
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil” [Al-Isra : 24]
begitupun jika kita telah meninggal, anak yang shalih adalah sebagai ladang pahala yang akan terus menerus mengalir kepada kita orang tuanya
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ ﺃَﻭْ ﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim: 1631).
       maka dengan bentuk syukur kita atas kelahiran anak kita, dengan melaksanakan aqiqah, semoga Allah bentangkan lagi rahmatNya, dan menambahkan setiap kenikmatan kita di dunia dan juga di akhirat nanti
aqiqah jogja
Hikmah Aqiqah - www.wahidaqiqah.com


وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim: 7).

5.       Aqiqah juga sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

                  Pelaksanaan aqiqah juga menjadi syiar kita kepada masyarakat, dimana dengannya menunjukkan kecintaan kita kepada agama ini, gembira dengan Syariat Islam.
      dimana jika kemudian kegembiraan ini ditularkan kepada masyarakat sehingga masyarakat pun ikut mencintainya, tentunya ini menjadi bagian dari amal shalih kita

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

       Hal yang selain dari perwujudan kegembiraan kita akan syariat aqiqah ini adalah kegembiraan kita akan bertambahnya keturunan mukmin yang tentunya akan memperbanyak umat Rasulullah SAW, dimana hal ini akan menjadikan bahagia Rasulullah ketika melihat banyaknya umatnya

Dan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاشِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ
“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar]

6.      Aqiqah memperkuat dan mempererat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.


             Dengan melaksanakan aqiqah, dimana masakannya di bagi ke masyarakat, secara tak langsung akan menautkan hati serta memperkokoh persatuan dalam masyarakat itu sendiri
rasa persaudaraan akan terjalin dengan sendirinya, dimana antar masyarakat saling berempati dengan kebahagiaan dari anak yang baru dilahirkan oleh shohibul aqiqah

hal ini sesuai dengan firman Allah SWT

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Ali Imrân/3:103]
aqiqah jogja
Hikmah Aqiqah - www.wahidaqiqah.com

Hikmah dalam pelaksanaan aqiqah yang begitu luas dan banyak manfaat ini semoga menjadi pemicu untuk kita semangat dalam melakukannya, kemudian semoga semakin timbul rasa cinta kita kepada syariat Islam lainnya dan mampu menularkannya ke masyarakat, sehingga terciptalah msyayrakat Rabbani yang semoga jadikannya sebab turunnya rahmat Allah kepada kita semua, aamiin ya robbal alaamiin

barakallahfiiikum



Baca Juga Artikel Kami yang Lain:

1