Dasar dan Hukum Pelaksanaan Aqiqah | aqiqah jogja | aqiqah klaten | aqiqah magelang | 081390512085

Hukum Asal Ibadah

                Banyak orang yang belum memahami secara utuh dan masih mencampur adukan antara bab ibadah dengan bab adat istiadat atau kebiasaan (Muamalah). padahal dua bab tersebut adalah sama sekali hal yang berbeda
karena ibadah itu hanyalah semata mata berasal dari perintah agama, dan hanya didapat dari wahyu


Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)
dari hadist diatas menunjukkan bahwa dalam bab ibadah, kita tidak boleh mengadakan hal yang baru, yang bearti harus mengikuti petunjuk yang sudah ada, dimana sudah diturunkan dan dicontohkan lewat Rasulullah

                  Bayangkan kerusakan yang terjadi jika kita beribadah tanpa adanya dalil, masing-masing orang bisa berkreasi melakukan ibadahnya sendiri, dengan alasan untuk menyembah Allah. sholat dengan gerakan sendiri-sendiri, ada yang menari, serta akan banyak lagi kesesatan yang timbul hingga akhirnya akan berubah menjadi kesyirikan


dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
Hati-hatilah dengan perkara baru dalam agama. Karena setiap perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607, Tirmidzi no. 2676, An Nasa-i no. 46. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Hadist diatas menunjukkan prinsip yang kuat, agar terjaganya agama yang suci ini. dimana jika  kita melakukan perkara yang baru (dalam bab ibadah), maka kita telah melakukan sebuah kesesatan. Naudzubillah min dzalik


Dasar dan Hukum Aqiqah


            Begitu juga dengan Aqiqah, hal yang termasuk dalam bab ibadah ini, harus ada dasar dan hukum syar'i yang melandasinya. pembahasan kali ini kita akan membahasnya menjadi dua bagian

1. Dasar Aqiqah

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.25-26, mengatakan bahwa : Imam Jauhari berkata : Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.” Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahullah berkata : “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama.”
Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (An-Nasikah)
salah satu hadist Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam yang berbunyi,



“Setiap bayi itu tergadai dengan ‘aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuh dan dicukur kepalanya dan diberi nama.” (HR. Riwayat Abu Daud)


Hadist diatas menunjukkan bahwa setiap bayi yang baru dilahirkan, maka masih tergadai dengan aqiqahnya, dan kewajiban bagi orang tuanya yang mampu untuk melaksanakan aqiqah

hal ini diperkuat dengan hadist lainnya


عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى
Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]
Hadist diatas selain sebagai bentuk kesyukuran atas di karuniakannya seorang anak, juga sebagai perwujudan taatnya seorang hamba kepada perintah Rabbnya, juga berfungsi untuk melindungi sang bayi dari semua gangguan yang ada padanya
aqiqah jogja
Dasar dan Hukum aqiqah- aqiqah jogja

sebagai penutup dalam bahasan dasar aqiqah ini, maka ada satu hadist yang berkenaan lagi dengan aqiqah, yaitu sebagai berikut:
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى
Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

2. Hukum Aqiqah



Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah, dengan pengertian sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu.


Dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama, berdasarkan hadist Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam yang berbunyi,


“Setiap bayi itu tergadai dengan ‘aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuh dan dicukur kepalanya dan diberi nama.” (HR. Riwayat Abu Daud)


BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MENGINGKARI DAN MEMBID’AHKAN AQIQAH


Ibnul Mundzir rahimahullah membantah mereka dengan mengatakan bahwa : 
“Orang-orang ‘Aqlaniyyun (orang-orang yang mengukur kebenaran dengan akalnya, saat ini seperti sekelompok orang yang menamakan sebagai kaum Islam Liberal, pen) mengingkari sunnahnya aqiqah, pendapat mereka ini jelas menyimpang jauh dari hadist-hadist yang tsabit (shahih) dari Rasulullah karena berdalih dengan hujjah yang lebih lemah dari sarang laba-laba.” 
[Sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.20, dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam “Fathul Bari” (9/588)]. SUMBER



aqiqah jogja
dasar dan hukum aqiqah - aqiqah jogja


          Ayah Bunda, setelah kita tahu dasar serta hukum aqiqah ini, semoga semakin memantapkan hati kita untuk melaksanakan aqiqah. 
InsyaAllah, kami sebagai penyedia jasa layanan aqiqah jogja , Aqiqah klaten dan Aqiqah Magelang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pelayanan aqiqah dari ayah bunda. baik dari konsultasi untuk waktu dan tatacara syari aqiqah lainnya


   tapi tentunya ayah bunda, selain dari pemahaman dasar dan hukum-hukum dari pelaksanaan aqiqah, niat kita dalam beribadah adalah menjadi faktor penting untuk diterimanya ibadah kita menjadi amalan shalih.

sebagaimana yang sudah kita pahami bersama bahwa niat merupakan salah satu perkara utama dalam ibadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.”(HR. Bukhori dan Muslim).
aqiqah jogja
dasar dan hukum aqiqah - Wahidaqiqah.com

Semoga dengan semakin bertambahnya ilmu dan pemahaman kita, serta semakin ikhlas kita dalam  beribadah, menjadikan kita dan sekeluarga sebagai orang-orang shalih dan Allah jadikan kita sebagai ahli syurga, aamiin

ayah bunda bisa berkonsultasi aqiqah dengan kami, baik via telfon, SMS, ataupun Whatsapp di pesawat 081390512085
insyaAllah kami layak untuk ayah bunda

Barakallahfiikum




Baca Juga Artikel Kami yang Lain:
1