Wahid Aqiqah Melayani Jasa Aqiqah Di Seluruh Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul), Muntilan, Magelang, Klaten, Dan Pemalang


Paket Aqiqah Murah Dengan Citarasa Mewah Bisa Anda Dapatkan Di Sini.

Mulai Rp. 1.300.000

Syarat Usia Hewan Yang Sesuai syari'at

Minimal usia hewan: domba 6 bulan, kambing 1 tahun

Hewan Yang Sehat

Pemilihan hewan yang sehat, gemuk dan tidak kurus.

Hewan Tidak Cacat

Penyediaan hewan yang tidak cacat, seperti kebutaan total atau tanduk yang patah.

sate kambing wahid aqiqah

Sate Kambing

krengsengan kambing enak wahid aqiqah

Krengsengan Kambing

gulai kambing wahid aqiqah

Gulai Kambing

bistik kambing enak wahid aqiqah

Bistik Kambing

sop kambing wahid aqiqah

Sop Kambing

tengkleng kambing enak wahid aqiqah

Tengkleng Kambing

Mengapa Wahid Aqiqah

Beberapa Hal Yang Harus Anda Pertimbangkan Dalam Memilih Jasa Aqiqah

Hewan Aqiqah Yang Sesuai Syari'at

baik dari usia dsn kriteria hewan yang telah ditetapkan syariat

Cita Rasa Yang Enak dan sehat

Diracik dengan bumbu pilihan dan non msg

Dokumentasi prosesi aqiqah

dokumentasi yang terdiri dari pemilihan hewan, penyembelihan, pengulitan, serta output masakan dari prosesi aqiqah

pengantaran Tepat Waktu

pengantaran yang tepat waktu menjadi orientasi utama layanan kami

Gratis Pengiriman

Melayani seluruh wilayah DIY, Klaten, Muntilan, Magelang dan Pemalang.

Lembar doa berwarna dan risalah aqiqah

dengan lembar doa yang berwarna dan risalah aqiqah menjadikan acara aqiqah putra/i anda akan lebih berkesan

MAAF, KAMI TIDAK MENYEMBELIH CEMPE

Daftar Harga Paket Aqiqah

Tunggu!! Ada Layanan Tambahan Dari Kami


Insya Allah, Kami Layak Untuk Anda

Ingin Info Yang Lebih Detail? HUBUNGI KAMI

Anda juga bisa menghubungi Wahid Aqiqah via Whatsapp

Klik Disini

TIPS MENGATASI KAMBING MENCRET

PENYEBAB HEWAN MENCRET

Kasus kambing yang mencret/diare sering kita jumpai di lapangan. kasus ini merupakan salah satu kasus terbesar penyumbang kematian dalam dunia ternak, jika tidak mati, berat hewan pun akan sangat turun drastis dalam waktu yang singkat, sedangkan sebaliknya untuk mengembalikannya agar gemuk kembali memerlukan waktu yang lama

Diare atau mencret dari hewan adalah bukan termasuk penyakit, namun hanya merupakan gejala dari penyakit yang menyerang saluran pencernaan hewan. beberapa fakto penyebab terjadinya diare atau mencret pada hewan adalah sebagai berikut:

1. Adanya pergantian pakan yang digunakan atau pola pakannya yang berubah secara mendadak
2. Faktor eksternal; Cuaca, iklim dan Transportasi
3. Adanya Infeksi Mikroorganisme (Jamur, Bakteri, Virus)
 

Kambing adalah hewan ruminansia yang mempunyai lambung lebih dari satu (rumen, retikulum, omasum dan abomasum), dan pada saat pencernaan yang dilakukan, lambung sangat di bantu oleh peranan "bakteri baik" yang ada pada lambung tersebut. Sehingga jika terjadi masalah yang berkaitan dengan lambung, apalagi yang sifatnya membunuh bakteri baik tadi, tentunya akan mengganggu dari proses pencernaan yang ada. Akibatnya akan muncul gejala-gejala sakit yang ada, seperti mencret, diare,  dan lainnya

 

Baca juga: Syarat Hewan Aqiqah

Tips mengatasi kambing mencret

 

PENGOBATAN KAMBING MENCRET

Langkah pertama yang dilakukan adalah memperbaiki pola makan kambing. Memperbanyak makanan yang mengandung kaya serat seperti dedaunan, terutama daun jambu biji yang menjadi pilihan terbaik bagi hewan  yang mencret, karena selain kaya akan nilai serat, daun biji juga ampuh untuk menangani penyakit diare pada hewan

Sedangkan para petani tradisional sering menggunakan arang sebagai obat menangani hewan yang mencret ini. meskipun secara ilmiah hal ini belum banyak dilakukan penelitian, namun dalam nyatanya sudah banyak yang berhasil menangani hewan yang mencret dengan obat ini.

Penggunaan metode ini sangat unik, karena arang dihaluskan terlebih dahulu sebelum di cekokkan ke mulut kambing, dan harus dari samping, jika tidak mau digigit. Pemberian arang ini  harus tetap dilaksanakan kurang lebih 3 hari, meskipun gejala diare sudah berkurang di hari pertama

Langkah selanjutnya adalah pemberian pakan yang berkualitas. dengan Nutrisi yang terkandung didalam pakan yang kita berikan, tentunya akan segera menumbuhkan imun dan kesehatan kambing akan segera pulih, sehat seperti sedia kala. Aamiin ya robbal alaamiin


Baca juga: Sunnah Dalam Penyembelihan

Tips Mengatasi kambing mencret


BAHAYA MSG

APA ITU MSG?

MSG adalah zat kimia yang berfungsi untuk memperkuat rasa sebuah masakan. Dalam dunia medis disebut MONOSODIUM GLUTAMATE, yaitu senyawa yang berasal dari asam amino glutamat Umumnya ditambahkan dalam banyak bumbu penyedap agar rasa yang dihasilkan lebih tajam, gurih dan menggugah selera 

MSG banyak digunakan oleh restoran cepat saji atau industri makanan siap saji, seperti bumbu siap pakai, sup kalengan, dan mie instan. Meski kadang yang dicantumkan tidak tertulis MSG atau Monosodium Glutamate, namun dengan nama lain seperti hidrolyzed protein, Sodium Caseinate, dan nama lainnya

Baca Juga: Panduan Menyambut Kelahiran Bayi

 

bahaya MSG

Dampak MSG bagi Tubuh

Zat yang sangat penting dalam industri makanan ini, karena mampu menciptakan gairah rasa makan bagi para penggemarnya, ternyata mempunyai efek negatif, meskipun tiap-tiap orang berbeda dalam respon yang diterima, tergantung dari ketahanan dan sensitivitas tubuh masing-masing

Alergi, muntah dan pusing adalah respon dari efek negatif dari konsumsi MSG ini  yang berasal dari pembuluh darah yang menyempit ataupun melebar. Dimana reaksi pembuluh darah ini akan memicu aktivitas pada saraf otak, sehingga menyebabkan pusing kepala

 Tidak hanya itu, pemakaian MSG dalam jumlah yang banyak dan kurun waktu yang lama bisa mengakibatkan:

1. Kecanduan

MSG adalah zat kimia yang berguna untuk merangsang saraf, tentunya hal ini akan mengakibatkan kecanduan jika kita sering mengkonsumsinya. Hingga kita keinginan untuk makan akan lebih sering. tentunya, ini adalah rasa yang menjadi musuh besar para bunda dan umahat lainnya kan? :)

2. Menurunnya Fungsi Otak

MSG dalam jumlah konsumsi yang banyak, juga akan mengakibatkan menurunnya fungsi kognitif otak. Sehingga otak akan susah berkonsentrasi dan mudah lupa. Hal ini terjadi karena reseptor pada otak akan mendapat stimulasi yang berlebihan karena mendapat kadar glutamat yang terlalu tinggi. Bila hal ini terus terjadi dalam waktu yang lama, akan berakibat membunuh sel saraf pada otak yang berfungsi penting dalam fungsi kognitif otak


Baca Juga: Aqiqah dan Tuntunan Syariat di Dalamnya

 

bahaya MSG

Walaupun banyak juga penelitian yang menunjukkan bahwasanya konsumsi MSG ini aman, tetapi ada baiknya ayah bunda secara bijak harus membatasi penggunaannya. Mengatur porsi MSG dan selalu waspada akan dampak permanen dan jangka panjang adalah pilihan tepat untuk melindungi keluarga tercinta

 

AQIQAH SEHAT, ENAK & NON MSG

Wahid Aqiqah, Jasa Layanan Aqiqah Profesional Siap Saji Keluarga ayah bunda semua, alhamdulillah, setelah berorientasi utama pada Syariat untuk pelaksanaannya; dari pemilihan hewan serta penyembelihannya, dalam perihal masakan pun kesehatan dari ayah bunda pun menjadi orientasi selanjutnya

Pemilihan masakan Sehat serta Enak tanpa menggunakan MSG adalah spesialisasi utama kami. Tidak eneg dan tetap enak menjadi tajuk utama dalam kepuasan di setiap testimoni customer kami. Alhamdulillah

Bagi Ayah Bunda yang ingin konsultasi atau langsung order, jangan sungkan untuk menanyakan langsung ke Hotline kami +6281390512085 . Ayah bunda bisa Telfon, WA ataupun SMS. Atau bisa datang langsung ke kantor pusat kami di Jalan Monjali No.138, yogyakarta. 


barakallahfiikum

bahaya MSG



 

MENTAHNIK BAYI

PENGERTIAN MENTAHNIK

Mentahnik yaitu menempelkan kurma yang sudah halus ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir. Kurma ini biasanya dilumatkan terlebih dahulu untuk memastikan kelembutannya.

Salah satu tujun mentahnik adalah melatih  bayi untuk makan dan menguatkannya. Salah satu Hadist yang mendasarinya adalah

Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata, pernah dibawakan beberapa bayi kepada beliau,

فَيَدْعُو لَهُمْ بِالْبَرَكَةِ وَيُحَنِّكَهُمْ

Kemudian beliau mendoakan keberkahan untuknya dan mentahniknya.” (HR. Muslim)

Sunnah mentahnik ini dilaksanakan pada saat bayi baru lahir. Sehingga makanan tahnik inilah yang pertama kali masuk ke dalam lambungnya.

Al-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rahimahullah berkata, “Mentahnik dilaksanakan saat kelahiran sehingga apa yang ia makan adalah makanan yang ditahnikkan untuknya.” (Fatawa Nuur ‘ala al-Darb: 2/14)

Ibunda orang-orang mukmin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

“Dahulu, bayi-bayi biasa dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoaakan keberkahan untuk mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim no. 2147)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/9365-parenting-islami-19-mentahnik-bayi-baru-lahir-dan-mendoakan-keberkahan-untuknya.html

Ibunda orang-orang mukmin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

“Dahulu, bayi-bayi biasa dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoaakan keberkahan untuk mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim no. 2147)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/9365-parenting-islami-19-mentahnik-bayi-baru-lahir-dan-mendoakan-keberkahan-untuknya.html

Ibunda orang-orang mukmin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

“Dahulu, bayi-bayi biasa dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoaakan keberkahan untuk mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim no. 2147)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/9365-parenting-islami-19-mentahnik-bayi-baru-lahir-dan-mendoakan-keberkahan-untuknya.html

Ibunda orang-orang mukmin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

“Dahulu, bayi-bayi biasa dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau mendoaakan keberkahan untuk mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim no. 2147)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/9365-parenting-islami-19-mentahnik-bayi-baru-lahir-dan-mendoakan-keberkahan-untuknya.html

Dari Abu Musa, beliau berkata,

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/919-hadiah-di-hari-lahir-1-mengunyah-kurma-tahnik-ke-mulut-si-bayi.html

Dari Abu Musa, beliau berkata,

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/919-hadiah-di-hari-lahir-1-mengunyah-kurma-tahnik-ke-mulut-si-bayi.html

Dari Abu Musa, beliau berkata,

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/919-hadiah-di-hari-lahir-1-mengunyah-kurma-tahnik-ke-mulut-si-bayi.html

Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah, "bahwasanya para pakar telah mengatakan kalau tahnik adalah mengunyah kurma atau semacamnya, kemudian menggosok-gosokkannya di mulut-mulut bayi yang baru lahir"

 

BACA JUGA: SUNNAH DALAM PENYEMBELIHAN


MAKANAN YANG DI GUNAKAN

 Makan utama untuk mentahik adalah kurma, tetapi kalau tidak ada kurma, bisa diganti dengan sesuatu yang manis seperti madu atau selainnya.

وأولاه التمر فإن لم يتيسر تمر فرطب وإلا فشيء حلو وعسل النحل أولى من غير

Dan yang lebih utama (ketika) mentahnik ialah dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr) maka dengan kurma basah (ruthab) . Dan kalau tidak ada kurma dengan sesuatu yang manis dan tentunya madu lebih utama dari yang lainnya (kecuali kurma).” (Fathul Baari: 9/558)

ternyata diperbolehkan mengganti dengan yang lain selain kurma jika kita tidak mendapatkannya 

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

كون التحنيك بتمر وهو مستحب ولو حنك بغيره حصل التحنيك ولكن التمر أفضل

Tahnik dilakukan dengan kurma dan hukumnya adalah sunnah (anjuran). Namun andai ada yang mentahnik dengan selain kurma, maka sudah dianggap pula sebagai tahnik. Akan tetapi, tahnik dengan kurma lebih utama.” (Syarh Muslim: 14/124)

dan madu adalah makanan yang paling utama sebagai pengganti kurma. Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah berkata,

يلعق العسل ساعة يولد

Dilumurkan madu saat ia lahir.” (Al-Mughni: 2/497)

 

Mentahnik bayi



ORANG YANG MENTAHNIK

Siapa orang mentahnik bayi yang baru lahir? Orang yang mentahnik boleh laki-laki ataupun perempuan. Sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Qoyyim Rahimahullah bahwa Iman Ahmad bin Hambal pernah memiliki anak dan yang mentahniknya adalah seorang wanita (Lihat Tuhfatul maudud, hlm 66)

Ada beberapa ulama yang menganjurkan untuk ditahnik kepada orang yang shalih diantara mereka, hal ini seperti diungkapkan oleh Imam Nawawi Rahimahullah (lihat Syarh Shahih Muslim, 14/110) dikarenakan dulu bayi-bayi yang baru dilahirkan, dibawa ke Rasulullah untuk di tahnik. namun ada beberapa ulama yang bertentangan dengan beberapa alasan. Salah satunya karena pada zaman para sahabat tidak dilakukan demikian, padahal para sahabat juga orang-orang yang shalih, dan paham akan syariat, yang tentu juga sudah semestinya kita jadikan contoh. Hal ini disampaikan oleh Imam Ibnu Hajar Rahimahullah dalam Fathul Bari 1/327. Dimana Mentahnik bayi yang diberikan kepada orang shalih hanya ditujuka nkepada keberkahan yang didapat oleh Rasulullah, tidak dengan manusia lainnya

Maka dapat kita simpulkan bahwasanya siapa saja dapat melakukan tahnik, tanpa kekhususan tertentu. termasuk orang tuanya, jika melakukan maka akan mendapatkan pahala sunnah tahnik, tanpa harus  mencapai derajad takwa dan keshalihan untuk mentahnik bayinya yang baru lahir. Wallahu a'lam bishowwab

 

sebagaimana disampaikan Ibnul Qayyim rahimahullah bahwa Imam Ahmad bin Hambal pernah memiliki anak dan yang mentahnîknya adalah wanita. (Lihat Tuhfatul Maudûd, hlm. 66)

Referensi: https://almanhaj.or.id/5574-tahnk-bayi.html

 RAHASIA MEDIS MENTAHNIK BAYI

Dalam dunia medis, tahnik disebut sebagai imunisasi alami. Secara ilmiah, hal ini telah dilakukan oleh seorang dokter dari Semarang, dimana disampaikan oleh www.rs-alirsyadsurabaya.co.id , beliau bernama dr. Susilo Rini, dalam penelitiannya itu menyimpulkan bahwa ada stem cell yang berada di sekitar mulut bayi di tempat tumbuhnya gigi dan di langit-langit mulut. Dimana stem cell berfungsi untuk mematangkan sistem imunitas secara alami serta mengendalikan sistem kekebalan tubuh. Jadi stem cell ini secara alami tidak dapat berfungsi kecuali dengan scrubbing (menggosok-gosoknya) di langit-langit mulut bayi. Stem cell ini juga terdapat pada sinar matahari dan air susu ibu (ASI). Tetapi yang paling utama itu terdapat di langit-langit mulut bayi

Didalam penelitian Dokter Rini tersebut, juga ada zat yang bernama sialic acid, zat ini berupa glikoprotein yang terkandung dalam air liur atau saliva yang berfungsi sebagai penghadang mikroba dan mampu mengikat virus serta bakteri. Pada bayi jumlah sialic acid ini akan berfungsi dengan baik hanya jika setelah sepuluh hari bayi baru lahir. Karena itulah diperlukan dari luar tubuh si bayi. Karena, saat bayi itu baru lahir, hanya sedikit jumlahnya.

Lantas, bagaimana hubungannya dengan tahnik? 

Sebelum kita berbicara hubungannya antara stem cellsialicacid dan tahnik, kita perlu berbicara dahulu tentang kurma. Kurma seperti kita tahu itu adalah makanan yang tinggi kandungan karbohidratnya dan banyak vitamin-vitamin lain, dimana kita meyakini bahwa kurma itu juga adalah salah satu buah terbaik, karena disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Buah kurma merupakan salah satu buah yang disebutkan beberapa kali di dalam Al-Quran. Selain itu, kurma adalah buah dari pohon yang disamakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan seorang mukmin dan juga karena manisnya

Oleh karena bayi yang baru lahir memiliki kandungan zat gula “glukosa” sangat kecil dalam darahnya, maka buah kurma menjadi bahan utama untuk mentahnik bayi karena memiliki kandungan karbohidrat yang jika dikunyah dan bercampur dengan air ludah akan berubah menjadi glukosa. Pemberian kurma ini juga merupakan metode pematangan organ limfoid baik lokal/Sistemik. Limfoid itu adalah kelenjar limfe yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

Tahnik, Membantu Bayi Prematur

Bayi yang baru lahir, apalagi jika lahir premature, tanpa diragukan lagi sangat membutuhkan solusi cepat, yaitu memberikan zat gula. Dan kini, Alhamdulillah banyak rumah sakit memberikan kepada bayi dan anak-anak, glukosa agar dihisap oleh sang bayi atau anak kecil langsung setelah lahir, kemudian baru setelah itu, mulailah sang ibu menyusuinya.

Hadits-hadits Nabi shalallaahu ‘alaihi wa salam yang mulia yang berkenaan dengan tahnik sesungguhnya telah menjadi pintu pembuka cakrawala pengetahuan dunia dalam hal menjaga dan merawat anak dan bayi, khususnya bayi yang lahir dalam keadaan  premature, karena sang bayi memiliki kandungan kadar gula glukosa yang sangat kecil dalam darahnya.

Metode Tahnik kurma ini  juga sekaligus menjadi mukjizat kenabian Muhammad shalallaahu alaihi wa sallam secara medis, padahal hal itu tidak pernah diketahui sebelumnya, baik pada zaman beliau hidup ataupun pada zaman-zaman sekarang, kecuali setelah dilakukannya sejumlah penelitian pada abad 20-an ini


BACA JUGA: HIKMAH AQIQAH

HIKMAH MENTAHNIK BAYI

Meski tidak tertulis secara terperinci dari hikmah mentahnik bayi, namun beberapa hal bisa kita ambil dari hikmah metode mentahnik bayi ini:

 

1.  Mengikuti Sunnah Rasulullah agar memberikan sesuatu yang manis dalam perut bayi yang lahir

Dimana secara ilmiah, mentahnik bayi ini sudah kita bahas dari paragraf diatas bahwasanya sangat berguna bagi tumbuh kembang bayi yang baru lahir

 

2. Mentahnîk juga dapat memperkuat otot-otot mulut bayi yang baru lahir dengan gerakan lidah dan langit-langit dan kedua tulang rahang dengan gerakan-gerakan saat menikmati rasa manis, sehingga sang bayi siap untuk mengisap air susu ibunya dengan kuat dan alami. [Tarbiyatul Aulâd fil Islâm 1/71, dinukil dari Ahkâm al-Maulûd, hlm. 113]

 

3. Mentahnîk bisa melatih serta menguatkan sang bayi untuk makan [Lihat Fathul Bâri 9/588).  

 

4. Serta Rasa manis akan cepat masuk kedalam liver dan khususnya apabila dari Ruthab atau kurma, sehingga akan lebih mudah diterima dan bermanfaat besar bagi liver [Lihat Ahkâm al-Maulûd, hlm. 113) 

Demikian bahasan kita untuk bagaimana tatacara Mentahnik Bayi, bagi Ayah bunda kami dari tim Wahid Aqiqah juga menyediakan Madu Asli dengan jaminan Murni 100% yang berasal dari Hutan Sialang Riau, dimana madu ini bisa ayah bunda pergunakan sebagai pengganti untuk Mentahnik jikalau kurma tidak ayah bunda dapatkan

Semoga Artikel ini bermanfaat. Barakallahfiikum

 

 

Artikel Terkait:
4. Mentahnik Bayi 

 


PANDUAN MENYAMBUT KELAHIRAN BAYI

MOMEN LANGKA

Adalah sebuah momen yang akan terulang, saat kita menyambut kelahiran bayi putra/i kita. apalagi jika ia adalah anak pertama kita. Susah, senang, bahagia dan tentunya seribu perasaan haru bercampur menjadi satu. Tentunya kita jangan sampai lewatkan momen ini, terutama untuk ayah, adalah menemani bunda seharusnya menjadi kegiatan yang prioritas saat datang hari kelahiran ananda. dan apa-apa saja yang perlu kita persiapkan? tim Wahid Aqiqah sudah mempersiapkan untuk ayah bunda

PADA HARI PERTAMA

Pada hari pertama kelahiran, hal yang perlu kita persiapkan adalah: 

1. Memberi Nama Yang Baik kepada anak

Rasullullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺁﺑَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَﻛُﻢْ

“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” [HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi, Sebagian ulama menilai sanadnya munqathi’, Sebagian menilai sanadnya jayyid]



Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/45562-katanya-apalah-arti-sebuah-nama.html

Seperti yang diriwayatkan dengan sanad hasan dari Abi darda’ r.a. bahwa Rasulullah Saw, bersabda:

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ

“Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kalian akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang baik untuk kalian.” (HR. Abu Daud)

Baca Juga: Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

 

2. Mentahnik

Mentahnik yaitu menggosok langit-langit mulut bayi dengan kurma. Caranya: kurma yang sudah dikunyah diletakkan diatas jari, kemudian dimasukkan ke dalam  mulut bayi. Gerkakka ke kanan-kiri-depan-belakang dengan halus dan merata. Jika dirasa susah mendapatkan kurma, maka bisa menggantinya dengan manisan lain


عَنْ أَبِى مُوْسَى أنَّهُ قَالَوُلِدَلِيْ غُلاَمٌ فَأتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمَّاهُ اِبْرَاهِيْمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرةٍ، وَدَعَا لَهُ بِاْلَبَرَكَةِ، وَدَفَعَهُ إِليَّ

Terjemahan:

Daripada Abu Musa, katanya: Aku mendapat anak lelaki, lalu aku bawa dia kepada Nabi (sallallahu alayhi wasalam) dan baginda namakan dia dengan Ibrahim dan mentahnikkannya dengan sebijik kurma. Imam Bukhari menambahkan: Nabi (sallallahu alayhi wasalam) doakan untuknya keberkatan, kemudia baginda serahkan dia kembali kepadaku”.(HR Bukhari dan Muslim)
 
3. Memberi ucapan selamat/ tahniah dan mendoakan keberkahan
 
Diantara salah satu perkara sunnah ketika ada bayi yang baru lahir adalah mendoakannya, bayi dan kedua orang tuanya, serta memohonkan barokah bagi keluarga mereka

Diriwayatkan dari Ayyub as-Sikhtiyani, bahwa beliau ketika mendengar kabar ada tetangga yang punya anak, beliau mendoakan,

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم –

“Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keterangan:

Doa ini diriwayatkan Ibnu Abi ad-Dunya dalam al-Iyal (no. 202), dari Khalid bin Khaddas dari Hammad bin Zaid.



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7189-macam-macam-doa-untuk-yang-baru-dikaruniai-anak.html

 
menyambut kelahiran bayi

Diriwayatkan dari Ayyub as-Sikhtiyani, bahwa beliau ketika mendengar kabar ada tetangga yang punya anak, beliau mendoakan,

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم –

“Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keterangan Ayyub ini juga dikuatkan dengan riwayat Thabrani dalam kitab ‘ad-Dua’ (no. 870) dari jalur Amr bin Rabi’, dari as-Siri bin Yahya, dari Hasan al-Bashri, bahwa ada salah satu muridnya yang anaknya lahir laki-laki.

 

Baca Juga: Aqiqah, haruskah hewan jantan?

PADA HARI KETUJUH

Pada hari ketujuh dari kelahiran, hal yang perlu kita persiapkan adalah: 

1. Memberi Nama Yang Baik kepada anak [jika belum diberi nama]

2. Melaksanakan aqiqah, yaitu menyembelih hewan dan disajikan dalam keadaan masak. . Salah satu dalil pelaksanaan aqiqah yaitu:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Referensi: https://almanhaj.or.id/856-ahkamul-aqiqah.html
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Referensi: https://almanhaj.or.id/856-ahkamul-aqiqah.html

عَنْ سَمُرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ. تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَ يُحْلَقُ رَأْسُهُ وَ يُسَمَّى. ابن ماجه 

Dari Samurah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Setiap anak tergadai dengan ‘aqiqahnya, yang disembelih untuknya pada hari ke-7, dicukur rambutnya, dan diberi nama”. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1056, no. 3165]

Tentunya, ayah bunda dalam prosesi ini bisa menghubungi tim kami Wahid Aqiqah yang insyaAllah sudah profesonal dan amanah.  Dengan orientasi syariat dan juga kepuasan customer, InsyaAllah kami layak untuk ayah bunda

Ayah bunda bisa konsultasi gratis ke nomer HOTLINE kami, bisa via call atau wa wa.me/6281390512085 dan dapatkan layanan terbaik dari kami InsyaAllah


3. Mencukur rambut bayi, kemudian menimbangkannya dan menyedekahkannya

Dari ‘Ali bin Abu Thalib ia berkata,

عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الْحَسَنِ بِشَاةٍ وَقَالَ « يَا فَاطِمَةُ احْلِقِى رَأْسَهُ وَتَصَدَّقِى بِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةً ». قَالَ فَوَزَنَتْهُ فَكَانَ وَزْنُهُ دِرْهَمًا أَوْ بَعْضَ دِرْهَمٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi Hasan dengan seekor kambing.” Kemudian beliau bersabda, “Wahai Fatimah, gundullah rambutnya lalu sedekahkanlah perak seberat rambutnya.” Ali berkata, “Aku kemudian menimbang rambutnya, dan beratnya sekadar uang satu dirham atau sebagiannya.” (HR. Tirmidzi no. 1519. Abu Isa berkata; “Hadits ini derajatnya hasan gharib dan sanadnya tidak bersambung. Dan Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Al Husain belum pernah bertemu dengan Ali bin Abu Thalib.” Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini telah di-washol-kan/disambungkan oleh Al Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Al Irwa’ 1175)



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/1016-hadiah-di-hari-lahir-4-menggundul-rambut-kepala-bayi-pada-hari-ketujuh.html

 Salah satu sunnah di hari ke tujuh kelahiran bayi adalah menggundul rambut bayi

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى
 
Artinya: Dari Salman bin Amir Adl-Dlabiy, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiap-tiap anak itu ada aqiqahnya. Maka sembelihlah binatang aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya (cukurlah rambutnya)'.

Salah satu hadis pokok yang bisa kita jadikan acuan dalam hal ini adalah hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi Hasan dengan kambing, dan beliau menyuruh Fatimah,

عق رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الحسن بشاة، وقال: يا فاطمة احلقي رأسه وتصدقي بزنة شعره فضة

‘Cukur rambutnya, dan bersedekahlah dengan perak seberat rambut itu.’

Fatimah pun menimbang rambut itu, dan ternyata beratnya sekitar satu dirham atau kurang dari satu dirham. (HR. Turmudzi 1519, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanaf 24234, dishahihkan al-Hakim dalam Mustadrak 7589 dan didiamkan azd-Dzahabi).



Read more https://konsultasisyariah.com/18648-mencukur-rambut-bayi-dan-sedekah-dengan-perak.html

Dari ‘Ali bin Abu Thalib ia berkata,

عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الْحَسَنِ بِشَاةٍ وَقَالَ « يَا فَاطِمَةُ احْلِقِى رَأْسَهُ وَتَصَدَّقِى بِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةً ». قَالَ فَوَزَنَتْهُ فَكَانَ وَزْنُهُ دِرْهَمًا أَوْ بَعْضَ دِرْهَمٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi Hasan dengan seekor kambing.” Kemudian beliau bersabda, “Wahai Fatimah, gundullah rambutnya lalu sedekahkanlah perak seberat rambutnya.” Ali berkata, “Aku kemudian menimbang rambutnya, dan beratnya sekadar uang satu dirham atau sebagiannya.” (HR. Tirmidzi no. 1519. Abu Isa berkata; “Hadits ini derajatnya hasan gharib dan sanadnya tidak bersambung. Dan Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Al Husain belum pernah bertemu dengan Ali bin Abu Thalib.” Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini telah di-washol-kan/disambungkan oleh Al Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Al Irwa’ 1175)



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/1016-hadiah-di-hari-lahir-4-menggundul-rambut-kepala-bayi-pada-hari-ketujuh.html

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari sahabat Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]

Referensi: https://almanhaj.or.id/3402-maksud-anak-tergadai-dalam-hadits-aqiqah.html

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى »

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/1091-hadiah-di-hari-lahir-7-waktu-pelaksanaan-aqiqah.html

 Rambut yang dicukur kemudian ditimbang, berat rambut tersebut diukur dan disedekahkan perak (atau senilai perak) dari ukuran berat rambut tersebut.

Ini berdasarkan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fatimah,

عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَسَنِ بِشَاةٍ وَقَالَ يَا فَاطِمَةُ احْلِقِي رَأْسَهُ وَتَصَدَّقِي بِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةً قَالَ فَوَزَنَتْهُ فَكَانَ وَزْنُهُ دِرْهَمًا أَوْ بَعْضَ دِرْهَمٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam meng-aqiqahi Hasan dengan kambing, kemudian berkata kepada Fatimah, ‘Cukur rambutnya dan bersedekahlah dengan perak seberat rambut itu.’

Fatimah pun menimbang rambut itu, dan beratnya sekitar satu dirham atau kurang dari satu dirham.”
 
Dan alhamdulillah, salah satu layanan dari tim WAHID AQIQAH adalah menyediakan layanan gratis potong rambut bayi, dengan dikerjkan SDM yang profesional, diharapkan semakin sempurna ibadah ananda tercinta
menyambut kelahiran bayi

 PIC: Salah satu moment potong rambut bayi dari tim Wahid Aqiqah
 
 
Barakallahfiikum
 
 
 
Artikel Terkait:

LARANGAN PEMBERIAN NAMA DALAM ISLAM

NAMA ADALAH PENGHARAPAN

Nama tidak hanya identitas bagi seseorang, tetapi juga merupakan sebuah doa yang di sematkan dari keluarga tercinta, pengharapan agar sang bayi kelak tumbuh besar dan sukses menjadi seperti yang diharapkan keluarga dan kemudian menjadi kebanggaan keluarga di dunia dan akhirat


Sesungguhnya kamu sekalian akan diseru/dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapa kamu. Oleh demikian, elokkanlah nama-nama kamu. (HR. Imam Abu Daud dari Abu Dardak ra.)

 

Baca Juga: Daging Aqiqah, Mentah atau dimasak?

nama anak


NAMA-NAMA YANG DILARANG

Pemberian nama kepada anak juga harus berhati-hati, karena ada beberapa nama yang di larang oleh Nabi Muhammad SAW karena beberapa hal. Apa saja nama yang dilarang itu?


1. Menggunakan nama-nama Allah SWT [contoh: Rahman, Rahim, Kholiq, dan sebagainya]. kecuali sudah diberi tambahan dan tidak berdiri sendiri [contoh: Abdurrahman, Abdurrahim]

2. Menggunakan nama-nama penghambaan kepada selain Allah. [contoh: menghamba kepada manusia, patung, gunung, dan sebagainya = Abdurrasul/hambanya Rasul, Abdun Nabi/hambanya Nabi, Abdul Uzza/hambanya uzza, Abdus Syamsu/hambanya matahari

3. Memberikan nama-nama berhala sesembahan selain Allah. Misal : Al-Lat dan Al-Uzza

4. Memberikan nama-nama yang sifatnya jelek. Contoh: Huyam dan Suham [Nama jenis penyakit pada Unta]

5. Memberikan nama-nama yang memuji [tazkiyyah] terhadap diri sendiri atau berisi kedustaan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Sesungguhnya  nama  yang  paling  dibenci  oleh  Allah  adalah  seseorang  yang  bernama Malakul Amlak (raja diraja),” (HR. Bukhori & Muslim).

6. Memberikan nama-nama dengan nama syaithon. misal: Al-Ajda' dan lain sebagainya 


MENGGANTI NAMA SESEORANG

Lantas bagamana jika nama sudah diberikan kepada anak kita, sedangkan ketika sudah besar kita baru tahu hukumnya?

Islam menganjurkan agar seseorang mengganti namanya jika ia mengandung arti keburukan dan diharamkan

Hal ini dijelaskan di dalam Kitab Tanwirul Qulub sebagai berikut:

وَيَجِبُ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمُحَرَّمَةِ وَيُسْتَحَبُّ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمَكْرُوْهَةِ.

Artinya, “Mengubah nama-nama yang haram itu hukumnya wajib, dan nama-nama yang makruh hukumnya sunah,” (Syekh M Amin Al-Kurdi, Tanwirul Qulub, [Beirut, Darul Fikr: 1994 M/1414 H], halaman 234).

 

Tetapi, sepanjang nama kita tidak termasuk dalam catatan nama-nama yang diharapkan, dan meskipun tidak mempunyai nama yang berisi kebarokahan doa, karena mungkin ada pertimbangan dari orang tua kita dalam memberikan nama; mungkin berisi arti positif dalam bahasa lokal, atau dulu pemahaman orang tua dalam bab agama belum luas seperti sekarang, hendaknya nama kita pertahankan, sebagai salah satu bentuk terimakasih kita kepada mereka.

 

Baca Juga: Jumlah Hewan Aqiqah

KONSULTASI & DOA BAGI AYAH BUNDA

Kami dari Wahid Aqiqah pun selalu memperbaiki layanan, konsultasi dan senantiasa teriring doa, agar ayah bunda mendapat inspirasi nama yang terbaik untuk putra/i tercinta, dan semoga di dalamnya juga terdapat doa dan kebarokahan bagi putra/i ayah bunda tercinta


Barakallahfiikum



Artikel Terkait:
4. Mentahnik Bayi 

 

PEMBERIAN NAMA BAYI DALAM ISLAM

KEWAJIBAN MEMBERI NAMA BAYI

Pemberian nama yang baik bagi bayi adalah sebuah adab dalam Islam. Hal tersebut disampaikan Rasulullah dalam sebuah Hadist ,
“Sesungguhnya diantara kewajiban orangtua terhadap anaknya adalah mengajarinya menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya bila telah dewasa.” (HR. Ibnu Najar)

NAMA BAYI

 Bahkan Allah SWT memberikan nama untuk anak Nabi Zakaria.  Kisah itu tercantum dalam  Alquran Surat Maryam ayat 7, Allah SWT. berfirman:

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

 

Allah berfirman:"Wahai Zakaria, sungguh kami memberikan kabar gembira kepadamu akan lahirnya seorang anak laki-laki bernama Yahya. Sebelum itu, nama Yahya tidak pernah Kami berikan kepada yang lain" (QS maryam [19]:7)

Baca Juga: Cara Menghitung Waktu Pelaksanaan Aqiqah

 

WAKTU PEMBERIAN NAMA BAYI

Nama adalah identitas bagi seseorang, dan juga menjadi doa untuknya, tentunya pemberian nama bagi bayi merupakan salah satu hal yang mendasar bagi anak dan keturunan kita. lantas kapan waktu yang dianjurkan kita memberi nama pada bayi?


Dalam kitab Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim Aljauziyah menegaskan bahwasanya waktu pemberian nama kepada bayi dibolehkan pada saat bayi di lahirkan, pada saat usia tiga hari, ataupun pada saat aqiqah bayi tersebut


ان التسمية لما كانت حقيقته تعريف الشيئ المسمى لانه اذا وجد فيه وهو مجهول الاسم لم يكن له ما يقع تعريفه به فجاز تعريفه يوم وجوده وجاز تأخير التعريف الى ثلاثة أيام وجاز الى يوم العقيقة عنه ويجوز قبل ذلك وبعده والامر فيه واسع

“Pada hakikatnya pemberian nama berfungsi untuk menunjukkan identitas penyandang nama, karena jika ia didapati tanpa nama berarti ia tidak memiliki identitas yang dengannya ia bisa dikenali. Oleh karena itu, namanya boleh diberikan pada hari kelahirannya, boleh juga ditunda hingga hari ketiga atau pada hari akikahnya, boleh juga sesudah hari akikah atau sebelumnya. Jadi, waktu pemberian nama sangat longgar tidak memiliki batasan.”

nama bayi

 

Sedangkan contoh yang memberikan nama bayi saat lahir dan aqiqah, bisa dilihat di bawah ini:

Pemberian nama pada hari lahir bayi tersebut. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وُلِدَ لِيَ اللَّيلَةَ غُلَامٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْم أبِي إِبْرَاهِيمَ

“Pada suatu malam, aku dianugrahi seorang bayi dan aku namai ia dengan nama ayahku, yakni Ibrahim.” (HR. Muslim)

Pemberian nama pada hari ke tujuh dari hari kelahiran. Hadits yang paling shahih tentang hal ini adalah hadits Samurah bin Jundub radhiallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذبَحُ عَنهُ يَومَ سَابِعِهِ وَ يُحلَقُ رَأْسُهُ وَ يُسَمَّى

“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama pada hari itu juga.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah, Ahmad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/1541-waktu-pemberian-nama-bagi-buah-hati.html

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu 'Anhu, berkata saat lahir anak pertamanya,

وُلِدَ لِي غُلاَمٌ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَدَفَعَهُ إِلَيَّ

Lahir anak laki-lakiku. Segera aku bawa ke Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Lalu beliau memberi nama Ibrahim kepadanya, mentahniknya dengan sebutir kurma, mendoakan keberkahan untuknya, dan menyerahkannya kepadaku.” (HR. Al-Bukhari)

Dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ ، تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ ، وَيُحْلَقُ ، وَيُسَمَّى

Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing aqiqah) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan selainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani di Shahih Abi Dawud)

Baca Juga: Syarat Hewan Aqiqah


 NAMA BAYI YANG INDAH DALAM BOX AQIQAH

Alhamdulillah, Wahid Aqiqah dalam rangka memberikan layanan terbaiknya, ayah bunda bisa mencantumkan nama terbaik untuk dedek bayi dalam lembar doa berwarna yang akan di tempatkan di setiap box nasi aqiqah yang ayah bunda pesan

Tidak itu saja, selain foto dedek bayi yang bisa dimasukkan dalam lembar doanya, ayah bunda juga bisa bebas memilih dari banyak design lembar doa, atau dibolehkan jika sudah mempunyai design sendiri

Semuanya tidak lepas dari bagian pelayanan maksimal, karena kami tau betapa spesialnya acara aqiqah ini teruntuk buah hati tercinta. Semoga dengan lembar doa berwarna yang tersaji di tiap box, maka penerima nasi box aqiqah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk dedek bayi ayah bunda tercinta. 

 

Barakallahfiikum




Artikel Terkait:
4. Mentahnik Bayi

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وُلِدَ لِيَ اللَّيلَةَ غُلَامٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْم أبِي إِبْرَاهِيمَ

“Pada suatu malam, aku dianugrahi seorang bayi dan aku namai ia dengan nama ayahku, yakni Ibrahim.” (HR. Muslim)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/1541-waktu-pemberian-nama-bagi-buah-hati.html

Pemberian nama pada hari lahir bayi tersebut. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وُلِدَ لِيَ اللَّيلَةَ غُلَامٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْم أبِي إِبْرَاهِيمَ

“Pada suatu malam, aku dianugrahi seorang bayi dan aku namai ia dengan nama ayahku, yakni Ibrahim.” (HR. Muslim)

Pemberian nama pada hari ke tujuh dari hari kelahiran. Hadits yang paling shahih tentang hal ini adalah hadits Samurah bin Jundub radhiallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذبَحُ عَنهُ يَومَ سَابِعِهِ وَ يُحلَقُ رَأْسُهُ وَ يُسَمَّى

“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama pada hari itu juga.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah, Ahmad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/1541-waktu-pemberian-nama-bagi-buah-hati.html

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Referensi: https://tafsirweb.com/5053-quran-surat-maryam-ayat-7.html

     

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Referensi: https://tafsirweb.com/5053-quran-surat-maryam-ayat-7.html
يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Referensi: https://tafsirweb.com/5053-quran-surat-maryam-ayat-7.html